Hutan Pinus Mangunan Destinasi Andalan Jogja

Hutan Pinus Mangunan Destinasi Andalan Jogja

hobitrip.comHutan Pinus Mangunan menjadi tujuan pariwisata andalan Jogja karena mempunyai nuansa ketenangan dan asri. Pohon pinus berderet berdiri di atas tanah seluas 500 hektar tersebut tumbuh sangat subur. Lokasinya tidak jauh dari makam raja Imogiri menyebabkannya dijuluki pula sebagai hutan pinus Imogiri. Namun, terdapat pohon lain yang ditanam selain pinus. Ada pula pohon lain misalnya akasia, mahoni, dan kayu putih menyertai nuansa rindangnya hutan ini.

Sebelum berubah sebagai wilayah yang rindang, tadinya hutan ini berupa daerah tandus. Pihak pengelola pun menggerakkan penghijaun hingga mengembangkannya dalam rangka pariwisata. Hutan Pinus Mangunan termasuk bagian dari kawasan hutan lindung dan diberdayakan sebagai tempat wisata. Ditunjang bermacam-macam fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pengunjung supaya betah juga nyaman berwisata di kawasan ini.

Bahkan telah tersedia gardu pandang untuk memanjakan pengunjung supaya mudah menikmati pemandangan Jogja dari ketinggian. Menikmati suasana Hutan Pinus Mangunan lebih terasa bila tiba pagi hari. Udaya masih terasa sejuk dan panorama pagi yang asri begitu memanjakan mata. Tangkapan mata merekam kumpulan pohon pinus yang rimbun. Tetapi tidak ada salahnya pula bila mengunjunginya pada sore hingga malam hari. Kerlap-kerlip lampu terlihat semarak dari atas ketinggian. Bangku-bangku kayu yang tersedia dapat dipakai untuk berleha-leha menikmati pemandangan.

Lupakan sejenak penatnya aktivitas sambil menenangkan diri sertal berfoto tentu mampu menurunkan tingkat kejenuhan.

Menuju Hutan Pinus Mangunan

Akses ke Hutan Pinus Mangunan memakan waktu kurang lebih 1,5 jam dari pusat kota. Kapan saja bisa ke sini karena jam operasional tempat ini selalu buka tiap hari setiap saat. Pengunjung tak dikenakan tiket masuk. Tetapi pengunjung diminta tarif parkir Rp 3.000,00 untuk motor dan Rp 10.000,00 bagi mobil. Karena areanya yang cukup lapang, tempat wisata ini membuka arena untuk outbond.

Venue lain yang viral di sini adalah panggung di antara bangku kayu. Sering menjadi pusat penyelenggaraan acara, berfoto di tengah panggung pun bisa jadi alternatif menarik. Saking eksotisnya nuansa hutan ini membuat orang-orang memanfaatkannya untuk spot foto prewedding.

Mitos Watu Tumpang

Namun, dibalik keindahannya ternyata Hutan Pinus Mangunan menyimpan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Kisah Watu Tumpang yaitu batu besar berada dalam posisi menindih batu kecil di bawahnya atau menumpang. Setelah menjejakkan kaki memasuki hutan, akan diperlihatkan petunjuk mengenai arah menuju Watu Tumpang. Legenda Watu Tumpang bermula ketika Sunan Kalijaga dan Syeh Siti Jenar menyebarkan agama Islam di wilayah tersebut.

Kono masyarakat di sana tidak percaya keberadaan Tuhan. Oleh karena itu kedua ulama tersebut berdoa supaya bisa memindahkan batu besar ke atas batu yang berukuran lebih kecil. Supaya merepresentasikan kekuasaan Tuhan, batu besar tersebut tidak akan goyah meskipun berada di atas batu kecil. Akan tetapi kebenaran kisahnya pun agak simpang siur.

Tak Lepas sebagai Tempat Wisata

Hutan Pinus Mangunan tidak pernah lepas dari daftar tempat wisata yang wajib dikunjungi di Jogja. Nuansa adem serta sejuk bisa dikatakan sebagai sarana refleksi diri. Tidak hanya berwisata, sekadar berolahraga di tempat ini pun banyak dilakukan warga. Biasanya mereka bersepa atau joging. Karena aksesnya yang mudah sehingga mampu menarik wisatawan.

Kendati demikian belum ada kendaraan umum yang mengarah ke Hutan Pinus Mangunan. Semoga kelak pemerintah Jogja dapat mengadakan akses kendaraan umum untuk mempermudah wisatawan yang tidak memiliki kendaraan pribadi datang ke sini. Jadi, kapan mau merencanakan piknik ke sini, nih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *