Pesona Pantai Panjang Mari Kita Lestarikan

Pesona Pantai Panjang Mari Kita Lestarikan

hobitrip.comSiapa yang tidak mengenal pesona Pantai Panjang Bengkulu? Ya, pantai sepanjang 7 km ini telah dijadikan salah satu destinasi pariwisata unggulan di Provinsi Bengkulu. Tepatnya di Kecamatan Ratu Agung, Kecamatan Teluk Segara, dan Kecamatan Ratu Samban.

Banyak hal yang ditawarkan di sini. Mulai dari Sport Center, restoran, cafe, penginapan, hotel, tempat bermain, pusat perbelanjaan. Beragam fasilitas transportasi, kegiatan festival, dan tentu saja pesona Pantai Panjang Bengkulu yang dihiasi pasir putih, deru ombak. Udara yang sejuk serta pemandangan sekitar yang sangat indah mempesona.

Letaknya yang strategis, membuat pantai ini sangat mudah dijangkau dan ramai dikunjungi oleh para wisatawan dari dalam dan luar negeri. Para pengunjung juga bisa datang ke lokasi ini kapan saja, tanpa perlu membayar tiket. Bahkan, di sini wisatawan dapat menyaksikan matahari tenggelam dan mengabadikannya di dalam foto juga video.

Potensi Pesona Pantai Panjang

Potensi strategis dan peluang bisnis yang menggiurkan ini tentu mengundang banyak investor untuk menanamkan modalnya di sini. Pemerintah berharap, dengan menjadikan Pantai Panjang sebagai salah satu destinasi wisata Provinsi Bengkulu. Dapat meningkatkan taraf perekonomian negara, khususnya ekonomi masyarakat setempat.

Namun, pemerintah juga harus memperhatikan dampak-dampak negatif dari dibukanya suatu kawasan menjadi tempat pariwisata. Diantaranya dampak pencemaran lingkungan, kulturusasi budaya asing, perdaran narkoba, sampai penjajahan.

Tanggung jawab besar ini sepenuhnya berada di pundak negara. Sebab negara memiliki wewenang penuh untuk memberlakukan peraturan, memberikan izin, dan juga memberikan sanksi bagi setiap pelanggaran. Kita perlu belajar dari kasus yang sebelumnya agar pesona alam dan pantai ini tetap lestari dan dapat memberikan kebaikan bagi masyarakat setempat.

Dalam Pandangan Islam

Di dalam pandangan Islam, pariwisata tidak dijadikan sebagai sumber utama pemasukan negara. Sebab Islam telah menetapkan kas negara bersumber dari al-anfal (rampasan perang), ghanimah, fai’, kharaj atas tanah, jizyah dari nonmuslim, pemilikan negara, pemilikan umum (padang rumput, air, dan api), al-‘usyr, al-jamarik (bea cukai), harta orang-orang yang tidak ada ahli warisnya, harta orang-orang murtad, semua jenis zakat, 1/5 rikaz (barang temuan), dan barang tambang yang sedikit.

Semua harta ini, lebih dari cukup untuk mensejahterakan seluruh rakyat. Sehingga negara tidak perlu membuka keran pariwisata pesona Pantai Panjang secara besar-besaran.

Dengan kekhasan sistem ekonomi Islam yang menyeluruh, mampu menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi rakyat. Sistem ini berdiri atas asas kepemilikan yang jelas (kepemilikan individu, umum, dan negara), pengaturan pengelolaan kepemilikan, dan distribusi kekayaan di tengah-tengah masyarakat. Sehingga tercipta keseimbangan materi diantara individu masyarakat dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Di Dalam Negara

Negara juga berkewajiban menjamin rakyat yang tidak memiliki harta, yang tidak memiliki pekerjaan, dan tidak memiliki keluarga yang menjadi tumpuannya. Syariat Islam juga melarang eksploitasi dan penanaman modal asing di dalam negara, juga melarang pemberian hak-hak istimewa kepada orang asing manapun agar pihak asing tidak bisa menguasai sumber daya alam negeri ini.

Itu artinya, pariwisata bukanlah jalan utama untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Tetapi melalui penerapan sistem ekonomi Islam secara menyeluruh, sehingga negara mampu menjamin kebutuhan pokok bagi setiap individu rakyat, seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, juga keamanan.

Islam juga memberikan pengaturan terperinci untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, diantaranya larangan melakukan pengrusakan terhadap segala sesuatu termasuk alam, larangan melakukan pencemaran lingkungan dengan kotoran manusia baik di darat, air dan lautan, larangan penebangan pohon secara sia-sia, mendorong siapa saja untuk menghidupkan tanah mati dengan cara ditanami atau mengelolanya, juga menyita tanah dari siapa saja yang melalaikannya (tidak menanaminya), Islam juga mendorong untuk menyayangi binatang dan tidak membuat kerusakan di alam sekitar.

Dengan demikian, tempat-tempat wisata disediakan oleh negara dalam rangka memberikan kenyaman kepada warga negara juga para musafir, bukan untuk dijadikan sumber penghasilan dan kesejahteraan rakyat di area Pesona Pantai Panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *