Candi Muaro Jambi yang Mempesona

Candi Muaro Jambi yang Mempesona

hobitrip.com – Indonesia memiliki situs sejarah candi Hindu Budha terluas di Asia Tenggara, yakni Candi Muaro Jambi. Penyebaran bangunan candi dan sebagian dipugar ini adalah situs Hindu-Buddha terpenting di Sumatera. Untuk menjelajahi luasnya Candi Muaro Jambi, cukup menyewa sepeda saja dengan tarif Rp 10.000 per hari di pintu masuk untuk menjelajahi situs hutan yang sangat damai sembari mengagumi pahatan batu candi.

Situs candi Muaro Jambi dikelilingi hutan mencakup 12 km persegi di sepanjang tepi utara sungai Batang Hari. Pintu masuknya terdapat gapura berornamen di desa Muaro Jambi dan sebagian besar tempat menarik dapat dicapai dalam beberapa menit dengan berjalan kaki. Meskipun kamu dapat menjelajahi sebagian besar kuil dengan berjalan kaki, untuk mencapai beberapa reruntuhan bagian barat yang lebih terpencil, sebaiknya naik sepeda saja.  Sebagian besar situs Candi Muaro Jambi masih perlu digali dan ada beberapa perdebatan mengenai apakah pengunjung boleh diizinkan untuk menjelajahi seluruh reruntuhan dan kuil yang dipugar oleh pengelola.

Delapan candi telah diidentifikasi sejauh ini masing-masing di tengah kompleks berdinding rendahnya. Beberapa diantaranya disertai dengan candi perwara (candi samping yang lebih kecil) dan tiga candi telah dibentuk mirip dengan bentuk aslinya. Situs sejarah percandian ini dipenuhi dengan banyak menapo (gundukan batu bata yang lebih kecil), yang dianggap sebagai reruntuhan bangunan lain. Pada zaman dahulu mungkin berupa tempat tinggal para imam dan pejabat tinggi lainnya.

Di dalam situs sejarah ini terdapat beberapa nama candi karena tersebar luas. Diantaranya yakni sebagai berikut:

1. Candi Gumpung

Candi ini berada tepat di depan kantor masuk, memiliki makara (bentuk kepala iblis) jahat yang menjaga langkahnya.  Pekerjaan penggalian situs sejarah oleh Arkeolog dan Sejarahwan di sini telah menghasilkan beberapa temuan penting, termasuk sebuah peripih (kotak batu) berisi lembaran emas bertuliskan karakter Jawa kuno, yang berasal dari candi pada abad ke-9.

Selain itu terdapat patung Prajnyaparamita yang ditemukan di sini, serta ukiran batu dan keramik lainnya yang menjadi salah satu daya tarik di museum situs kecil di dekatnya. Namun, terdapat artefak terbaik telah dibawa ke Jakarta.

2. Candi Tinggi

Terdapat sebuah jalan setapak mengarah ke timur dari Candi Tinggi menuju Candi Astano yang berjarak 1,5 km, melewati Candi Kembar Batu yang menarik dan dikelilingi oleh pohon palem serta banyak menapo di sepanjang jalan.

Kuil-kuil di sisi barat situs sejarah ini belum dipugar. Mereka tetap sama seperti saat ditemukan, yakni tanpa hutan karena telah ditebangi pada tahun 1980-an.

3. Candi Gedong, Candi Kedaton, dan Koto Mahligai

Pada jarak setelah 900m terdapat Candi Gedong I dan diikuti 150m lebih lanjut terdapat pula Candi Gedong II. Jika jalan terus ke barat sejauh 1,5 km maka kamu akan menemui Candi Kedaton yang merupakan candi terbesar. Di sekitarnya selain tangga yang dijaga oleh patung dewa, hanya terdiri dari fondasi dasar dan  ini adalah situs sejarah paling damai dan menggugah. Sementara itu bangunan candi dengan nama Koto Mahligai berada lebih jauh sekitar 900m.

Selama berabad-abad situs sejarag ini terbengkalai serta ditumbuhi hutan. Namun kemudian bisa ‘ditemukan kembali’ saat ekspedisi tentara yang dikirim untuk menjelajahi wilayah tersebut pada 1920.  Tempat tinggal masyarakat Melayu biasa telah digantikan oleh rumah panggung kontemporer warga desa Muaro Jambi.  Menurut catatan sejarah China, orang Melayu pernah tinggal di sepanjang sungai di rumah-rumah panggung atau di gubuk rakit yang ditambatkan di tepi sungai.

Tidak ada angkutan umum dari Kota Jambi (26km) ke Candi Muaro Jambi. Kamu bisa menggunakan jasa tour travel atau menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai lokasi ini. Situs sejarah candi Muaro Jambi sangat indah dan cocok dijadikan wish list berpiknik bersama keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *