Objek Wisata Kawah Ijen, Melihat Blue Fire yang Langka

Memang objek wisata kawah Ijen sudah terkenal hingga mancanegara. Pancaran api biru dari dalam kawahnya memang sebuah kejadian yang cukup langka. Di dunia hal seperti ini dapat dihitung dengan jari.

Pada review kali ini kami tidak akan membahas bagaimana keindahannya dan sebagainya. Namun paling penting bagaimana keadaan sebenarnya lokasi wisata ini sehingga pengunjung dapat bersiap.

Apabila kamu tidak mengetahui akomodasi apa saja yang ada di lokasi tentu akan cukup membingungkan. Jangan khawatir, disini akan dibahas secara rinci agar calon wisatawan tidak kesulitan.

Kemudian jalur mana saja yang dapat ditempuh untuk menuju lokasi ini juga perlu dibahas. Karena sebenarnya ada dua rute yang dapat ditempuh yaitu dari sisi Banyuwangi dan dan Bondowoso.

Jadi kamu bisa menentukan jalur mana untuk dipakai sesuai dengan kebutuhan hiburan. Karena masing-masing jalur memiliki keindahan alam tersendiri untuk diminati oleh para pengunjungnya.

Menuju Objek Wisata Kawah Ijen Melalui Banyuwangi

Apabila kamu ingin datang ke kawah Ijen melalui jalur Banyuwangi artinya harus melewati Licin. Jarak tempuh dari kota memang lebih dekat dan banyak fasilitas sepanjang perjalanan untuk para pengunjung.

Ini adalah salah satu nilai positif apabila kamu menggunakan jalur ini. Mencari tempat istirahat sangat mudah karena sudah banyak dibangun sepanjang daerah wisata ini. Jadi waktu tempuh perjalanan akan lebih singkat.

Tentu sangat cocok bagi wisatawan yang ingin datang ke objek wisata kawah Ijen tepat pada jam utama yaitu 01.00 hingga 02.00. Pada jam tersebut api biru memiliki volume paling besar dan mudah sekali terlihat dengan mata telanjang.

Namun kamu juga perlu memperhitungkan waktu pendakian. Dari pos terakhir hingga lokasi kawah setidaknya dibutuhkan waktu 30 hingga 1 jam tergantung pada kecepatan pendakianmu.

Tenang saja mendaki ke lokasi tersebut tidak terlalu sulit seperti pendakian gunung. Jalanan sudah cukup lebar dan mudah dilalui, hanya saja tetap curam dan berbatu. Sebaiknya hati-hati dan nikmati perjalannya.

Pada saat pendakian tidak ada akomodasi sama sekali baik itu toilet atau tempat istirahat. Hanya ada pos penimbangan belerang dengan kondisi seadanya. Apalagi jika pendakian malam tempat sudah tutup.

Menuju Objek Wisata Kawah Ijen Melalui Jalur Bondowoso

Berbeda dengan jalur Banyuwangi, jika kamu lewat Bondowoso maka minimarket terakhir jaraknya puluhan kilometer dari target lokasi. Apabila kamu kekurangan bekal, mini market tersebut adalah tempat terakhir mencari bekal.

Sepanjang perjalanan setelah minimarket tersebut kamu akan disuguhi pemandangan perkebunan tembakau, kopi, dan sawah warga. Saat sudah naik ke wilayah hutan lindung maka pemandangan akan lebih indah.

Sangat mudah mencari spot foto jika melalui jalur Bondowoso, jadi pengalaman perjalanan tentu lebih asyik. Perjalanan menuju puncak mungkin memakan waktu 2 hingga 3 jam dengan kendaraan roda empat dari minimarket terakhir.

Apabila kelaparan saat perjalanan kamu masih bisa menemukan tempat makan di daerah desa wisata. Selain itu juga ada toko kelontong yang dikelola oleh warga sekitar. Selain itu semuanya hutan dan perkebunan.

Jadi bagi wisatawan jika ingin perjalanan cepat sampai puncak bisa menggunakan jalur Banyuwangi. Sedangkan bagi mereka yang ingin menikmati daerah sekitar direkomendasikan menggunakan jalur Bondowoso.

Sampai di pos terakhir Ijen kamu juga bisa menemukan villa, warung makan, tempat ibadah, dan toilet. Standar kelengkapan bagi sebuah objek wisata kawah Ijen sudah lebih bagus namun masih kurang optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *