Mengunjungi Wisata Alas Purwo, Jangan Lakukan Hal Ini!

Memang sampai sekarang kawasan hutan wisata Alas Purwo masih menyandang status angker bagi banyak orang. Tidak hanya dari luar daerah saja, bahkan hampir semua masyarakat Banyuwangi mengakuinya.

Namun dibalik aura mistis tersebut tersembunyi keindahan alam yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Pengunjung juga bisa dengan mudah melihat hewan liar dan pohon-pohon tua selama perjalanan.

Pemandangan seperti ini memang sekarang sudah cukup sulit ditemukan. Satu-satunya akses menelusuri Alas Purwo adalah jalan utama. Sekarang kondisinya bagus karena sudah diaspal.

Pengunjung tidak perlu harus menggunakan kendaraan khusus kecuali jika ingin menempuh perjalanan ke Plengkung. Jalan aspal berhenti sampai pos pancur, dari sini hingga ke plengkung semuanya masih natural.

Pemerintah daerah sengaja melakukannya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jalanan ekstrem dari pancur menuju plengkung juga memiliki tujuan untuk mempersulit pencurian satwa dan kayu.

Di taman nasional alas purwo juga terdapat pilihan destinasi seperti pantai, hutan mangrove, dan gua. Jadi pengunjung bisa memilih sendiri sesuai dengan selera masing-masing.

Ini Larangan Saat Mengunjungi Wisata Alas Purwo

Ketika melakukan kunjungan disini, para turis baik lokal maupun mancanegara diharapkan menghindari beberapa hal. Tujuannya selain untuk menjaga keselamatan diri juga lingkungan agar tetap lestari.

  1. Jangan Datang Malam Hari

Sangat tidak direkomendasikan mengunjungi kawasan ini ketika jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Suasana akan segera berubah menjadi gelap karena tidak ada penerangan jalan.

Meskipun jalan sudah diaspal namun setelah musim hujan wisata Alas Purwo bisa menjadi ekstrim. Jadi untuk memitigasi terjadinya gangguan saat perjalanan lebih baik lakukan saat siang hari.

  1. Tidak Ada Jalur Alternatif

Jangan sekali-kali memiliki inisiatif untuk membuat jalur alternatif sendiri. Pemerintah sudah membangun dan memperbaiki jalan agar hal ini tidak dilakukan wisatawan.

Selain berbahaya bagi pengunjung juga dapat merusak ekosistem. Terutama saat menuju pura luhur Giri Salaka, dulu memang jalannya masih setapak namun sekarang sudah diperbaiki.

  1. Jangan Mencuri Sumber Daya Hutan

Di tempat ini memang tidak ada oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Jadi jangan memiliki inisiatif untuk mencuri sumber daya hutan. Mulai dari kayu hingga penyu semuanya dilindungi oleh hukum.

Apabila wisatawan dapat menghindari ketiga hal tersebut maka dijamin kunjungan akan sangat berkesan. Keindahan alam disini dapat dinikmati secara aman dan nyaman tanpa khawatir terjadi gangguan.

Apa Saja Sarana di Lokasi Wisata Alas Purwo

Alas purwo sudah banyak berbenah, berbagai fasilitas dibangun untuk memudahkan para pengunjung. Mulai dari jalan yang sudah di aspal, hingga tempat peristirahatan di setiap spot wisata.

Di gerbang depan sudah ada warung makan, tempat istirahat, dan toilet. Sedangkan di spot wisata seperti pantai pancur, plengkung, dan triangulasi sudah dilengkapi dengan sarana penunjang wisata.

Kecuali plengkung semua kendaraan bisa dibawa masuk sampai tempat tujuan. Khusus untuk plengkung pengunjung harus menyewa kendaraan khusus dari pos pancur untuk kesana, atau berjalan kaki sejauh 9 km.

Waktu paling tepat untuk berkunjung ke Alas Purwo adalah saat musim panas. Hindari bulan Mei hingga Agustus karena cuaca bisa berubah secara drastis. Tentu kamu tidak ingin jalanan becek saat melakukan tracking.

Apabila ingin menikmati secara lengkap seluruh spot di kawasan ini sangat disarankan menggunakan jasa tour guide. Jadi menikmati wisata Alas Purwo bisa lebih aman, nyaman, dan berkesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *